Hoax Khitanan Ajaib Di Cibatu Sukabumi

Sosial Budaya

LingkarBogor – Sukabumi
Entah dari mana asalnya hingga tersebar bengkong alias tukang khitan yang piawai dalam mengatasi anak (fasien) khitan yang biasanya mengamuk karena takut disunat.
Berlokasi di Desa Cibatu Kec Cisaat Kota Sukabum, tidak lain adalah Balai Pengobatan & Khitanan ANUGERAH – Drs H Otoh Tresnawangsa kelurahan Cibatu Kec Cisaat Kota Sukabumi.
Berbondong – bondong masyarakat membawa anak – anak mereka yang hendak disunat dengan harapan proses pelaksanaan sunat anak dapat berjalan dengan baik tanpa perlawanan dari anak mereka masing-masing.
Bagaimana tidak, dalam pantauan awak media ini, fasien khitan dalam panggilan antriannya mencapai sekitar 250 anak berasal dari dalam dan luar Kota Sukabumi.
Adul, seorang bapak yang bertemu di lokasi (23/12/18) berasal dari Taman Sari Kab Bogor mengaku tiba di lokasi sekitar pukul 3 dini hari setelah menempuh perjalanan selama 2,5 jam dari Bogor dengan menggunakan kendaraan roda-4 masih harus rela mengantri guna mendapatkan satu nomor antrian.
“Kami mendapat nomor 48 karena banyak pengunjung yang dari luar kota lainnya yang menginap di lokasi guna mencegah dapatkan antrian lebih awal,” ungkap Adul kepada media ini.
Ditanya apa latar belakang Adul membawa fasien khitan jauh-jauh dari Bogor, Adul mengatakan karena mendengar kabar akan kepiawaian sang Bengkong yang sanggup memanggil fasien khitan agar menghampirinya, walaupun anak tersebut sebelumnya tidak mau untuk dikhitan.
Penasaran dengan kabar santer tersebut, wartawan kami menghampiri ruang pintu masuk fasien khitan dengan harapan akan menyaksikan bagaimana keajaiban tersebut terjadi. Namun apa yang diharapkan sebagaimana kabar yang sudah lama beredar tersebut ternyata hoax dan tidak terbukti sama sekali karena tidak ada keajaiban terhadap beberapa fasien yang sempat dipantau oleh awak media ini.
Beberapa fasien memang menurut saat diajukan oleh orangtuanya kepada Asisten Bengkong, diperkirakan anak tersebut sudah pengen dan minta khitan dan mendapat penjelasan bagaimana prosesnya dari orangtua mereka.
Namun tidak sedikit fasien khitan yang menangis keras dan tampak stres berat dengan perlawanan keras menolak untuk diajak masuk ke ruang khitan walaupun berbagai cara bujuk rayu telah dilakukan oleh pihak bengkong dan orangtua bahkan pengunjung lainnya.
Walaupun pada ahirnya anak tersebut kalah dalam tenaga dan dipaksa masuk ke ruang operasi khitan yang tidak boleh diikuti oleh siapapun kecuali petugas.
Semua orangtua yang anaknya sudah masuk ke ruang penyerahan fasien untuk dibawa masuk ke ruang operasi harus menunggu di area depan balai pengobatan dan khitan tersebut.
Di ruangan tersebut terdengar keluh kesah para orangtua yang berada di ruang standar dengan biaya khitan 350 ribu per anak belum termasuk biaya pendaftaran.
Mereka memperbincangkan kekecewaannya yang telah datang dari jauh dengan harapan anaknya akan menyerah saat hendak disunat, namun kenyataannya mereka harus tega melepaskan anaknya dalam keadaan menangis dan meronta-ronta tidak mau disunat.
Sayangnya awak media kami tidak dapat mewawancarai sang Bengkong karena harus segera membawa pulang anaknya yang juga dikhitan dengan nomor antrian 131. Namun dari fakta jelas sekali bahwa bengkong alias tukang khitan yang piawai dalam mengatasi fasien khitan tersebut adalah hoax yang entah darimana asalnya.
(Yan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *