Peran Banom PPP, Rawat Persatuan dengan Pembangunan - Lingkar Bogor
 

Peran Banom PPP, Rawat Persatuan dengan Pembangunan

Sebagai partai gabungan dari partai besar berbasis Islam, maka PPP telah memproklamirkan diri sebagai Rumah Besar Umat Islam.

Hits: 0

BOGOR ||
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan salah satu partai politik peserta Pemilu yang pertama kali didirikan pada tanggal 5 Januari 1973, sebagai hasil gabungan 4 partai berbasis Islam yakni Partai Nahdhatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti. Partai ini dipelopori oleh KH Idham Chalid,  H Mohammad Syafaat Mintaredja, H Anwar Tjokroaminoto, H Rusli Halil, dan H Mayskur yang merupakan pimpinan empat partai Islam Peserta Pemilu 1971. Sebagai partai gabungan dari partai besar berbasis Islam, maka PPP telah memproklamirkan diri sebagai Rumah Besar Umat Islam.

Dikatakan EF Joy Penditha, pada mulanya PPP menerapkan asas Islam dengan lambang Kabah, namun sejak tahun 1984, PPP menggunakan asas Negara Pancasila sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan sistem politik. Hal ini dapat terjadi karena adanya tekanan politik dalam kekuasaan Orde Baru saat itu, hingga selanjutnya PPP secara resmi menggunakan asas Pancasila dengan lambang bintang dalam segi lima berdasarkan  Muktamar I PPP tahun 1984.

“Dalam perjalannya, PPP kembali menggunakan asas Islam dengan lambang Kabah sejak tumbangnya kekuasaan Presiden Soeharto tahun 1998 yaitu berdasar pada kesepakatan dalam Muktamar IV akhir tahun 1998,” lanjut Joy dalam acara Dialog Kepemudaan bertempat RY Center yang dihadiri para Ketua Badan Otonom PPP se Jawa Barat, Minggu (9/1/2022).

Dikatakannya, PPP berkomitmen untuk terus menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila, meskipun partai menggunakan asas Islam. Kali ini, PPP harus juga melirik para kelompok muda yang sering kita sebut milenial untuk dapat tertarik masuk dan biasa membesarkan partai melalui beberapa badan otonol seperti AMK, GMPI, GPK yang di harapkan bisa menjadi garda terdepan karena di dalamnya akan mencoba mencetak kader baru untuk dapat mewujudkan PPP lebih maju.

“Dengan jargon baru merawat persatuan dengan pembangunan yang diharapkan bisa menjadi solusi, PPP terpanggil untuk menawarkan jalan keluar untuk merumuskan secara sederhana tapi penuh makna, yakni merawat persatuan dengan pembangunan, tidak ada pilihan lain bagi Indonesia selain sesegara mungkin memulihkan pembangunan di berbagai bidang,” imbuhnya.

“Dengan membangun kita merawat persatuan. Pembangunan adalah ikhtiar memenuhi hak-hak rakyat untuk mencapai kemakmuran dan keadilan. Pembangunan adalah jalan yang kita impikan baldatun thoyyibatun warobbun ghofur. Gemah ripah loh jinawi. Pembangunan adalah  jalan menggapai kesejahteraan dalam keadilan dan berkeadilan dalam berkemakmuran. Pembangunan, adalah jembatan menuju Indonesia yang adil dan makmur,” ungkap Joy.

Atas dasar itulah, menurut Joy secara tegas bahwa pemulihan pembangunan haruslah diambil oleh kita selaku generasi muda termasuk oleh PPP. Kehadiran badan otonom partai PPP harus menjadi perhatian khusus para pimpinan partai dengan konsep baru PPP yang mengedepankan kerja kerja elektoral partai untuk mewujudkan target kemenangan di 2024 yang harus dimulai dari saat ini dengan secepatnya melakukan langkah regenerasi untuk memanaskan mesin partai karena ke depan kita akan menghadapi tantangan yang lebih besar yakni menghadapi parlementary yang dianggap cukup menantang, dimana saat ini hampir separuh pemilih berasal dari kalangan muda. Hal ini menjadi potensi kuat bagi kader GMPI untuk mengambil peran dan narasi untuk politik nasional.

“Menjadi sangat penting sekali kalau pemuda menjadi pelopor, termasuk organisasi sayap partsi harus menjadi pelopor di PPP. Kita ingin saat ini 19 kursi PPP di DPR RI bertambah. Peran badan otonom (Banom) sangat diharapkan. Organisasi sayap ini layak didorong untuk mengambil peran dalam menopang perjuangan politik PPP. Hal ini terus dipertahankan menjadi satu kesatuan. Banom mempunyai tugas ganda, pertama sebagai organisasi kepemudaan, dan Banom partai harus menjadi teladan bagi pemuda secara umum. Tugas kedua, sebagai organisasi, Banom harus menjadi penopang partai dan harus mendapatkan tempat di hati generasi muda. Kader muda PPP harus bergerak secara rapi dan tegak lurus dengan aturan organisasi,” paparnya.

Ia juga mencontohkan, orang baik yang tidak terorganisir akan kalah dengan orang jahat yang terorganisir. Banom partai sebagai kekuatan harus bersatu,”Selaku anaknya PPP (AMK, GPK, GMPI) setiap kebijakan oleh PPP, wajib ditaati oleh AMK, GPK, GMPI.

Di indonesia khususnya Jawa Barat yang mempunyai bonus demografi, masih menurut Joy merupakan salah satu Provinsi yang diproyeksikan akan mengalami Bonus Demografi dalam rentang waktu 2020 sampai dengan 2030. Bonus Demografi merupakan keadaan kependudukan suatu negara dengan komposisi penduduk usia produktif (15-64 tahun) mendominasi jumlah penduduk usia tidak produktif (0-14 tahun dan 65+ tahun). Keadaan ini dapat menjadi peluang sekaligus ancaman bagi Jawa Barat. Jika Bonus Demografi ini mampu dipersiapkan, maka akan mendatangkan manfaat berupa peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai modal pembangunan.

Sebaliknya, lanjut Joy jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi dapat menjadi bencana kependudukan, salah satunya dengan meningkatnya tingkat pengangguran,maka dengan demikian peran badan otonom partai harus melihat hal ini sebagai peluang besar dan menjadi tantangan bagaimana memanfaatkan kesempatan ini untuk bagaiman segmentasi muda ini bisa terangkat dan diraih.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Farhan.SH Laporkan Oknum Debt Collector ke Polres Bogor Pasca Terjadinya Bentrokan

Rab Jan 12 , 2022
Hits: 0 Farhan.SH Laporkan Oknum Debt Collector ke Polres Bogor pasca terjadinya bentrokan BogorSekjen Ormas Gempa DPD Kabupaten Bogor Komarudin yang sering disapa Oleng didampingi kuasa hukum Ormas Gempa, Farhan SH melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya ke Polres Bogor dengan nomor laporan : LP/B/71/I/2022/JBR/RES/BGR pada hari Selasa 11 Januari 2022. […]
%d blogger menyukai ini: