Hak Ahli Waris Datangi Kantor Desa untuk meminta Akta Surat Kematian

Hits: 19

Lingkarbogor.com-
Bogor – Ahli Waris almarhum H.Sarip merasa tidak dilayani oleh Kepala Desa (KADES) Kuta Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, untuk meminta surat keterangan akta kematian oleh Kepala Desa Kuta Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor, akhirnya ahli waris almarhum H.Sarip minta pendamping Advokat/kuasa hukum untuk menemui kades dalam meminta surat keterangan kematian kakek mereka, Senin (24/01/2022).

Kedatangan Advokat/ kuasa hukum dan ahli waris ke kantor Desa Kuta Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor langsung diterima oleh Kades diruang kerjanya, dalam pertemuan tersebut pihak ahli waris dan kuasa hukum meminta surat keterangan kematian kakek ahli waris kepada kades kuta setelah memenuhi persyaratan yang diminta oleh kades, akhirnya surat keterangan kematian pun dikeluarkan oleh pihak desa dan langsung diberikan kepada pihak ahli waris

Salah satu ahli waris Uli yang tinggal di kampung pakancilan RT 02/RW 004 kepada awak media mengatakan, Saya bersama keluarga ahli waris yang lain sengaja datang kedesa kuta untuk membuat atau meminta surat keterangan kematian kakek Kami yang bernama H.Sarip kepihak desa disinggung adanya kuasa hukum yang dibawanya Ia menerangkan bahwa Saya pernah datang kedesa untuk meminta Surat keterangan kamatian kakek Saya, tapi belum dibuatkan bahkan Saya pernah datang kerumahnya tapi tidak ditanggapi ketika ditanya alasannya kenapa tidak ditanggapi Uli pun mengatakan tidak tau,” ujarnya

Uli mengatakan Saya membuat atau meminta surat keterangan kematian kakeknya itu, karena mau mengurus masalah surat Ajb atas warisan kakeknya yang mana disurat Ajb tersebut dikeluarkan pada tahun 1994, dan menurut Saya ini ada kejanggalan karena di Ajb tersebut diterangkan bahwa yang menjual tanah warisan tersebut adalah kakek saya pada tahun 1994, sedangkan kakek saya meninggal tahun 1987 jadi kronologisnya setelah kakek Saya meninggal pada tahun 1987 hak waris jatuh ke mak ojel yaitu Ibu Saya dan mak ojel menjual tanah warisan tersebut kepada H.Rosid pada tahun 1990, dan tiba – tiba ada Ajb atas tanah warisan tersebut tahun 1994 yang isinya bahwa kakek Saya menjual kepada H.Totong sedangkan tanah waris tersebut pada tahun 1990, telah dijual oleh ahli waris yaitu mak Ojel ( Ibu Saya ) kepada H.Rosid dan kakek Saya sendiri sudah meninggal pada tahun 1987, Jadi saya datang kedesa Ini hanya untuk meminta surat keterangan kamtian kakek saya tidak ada yang lain,” terangnya

Redi selaku kuasa hukum ahli waris mengatakan, Edukasi tentang pelayanan masyarakat dimana meminta hak untuk surat kematian saja harus membuat surat pernyataan berarti Saya memperjuangkan warga disini hanya untuk surat kematian tapi harus membuat surat pernyataan apakah itu dibenarkan,itu saja terlepas untuk peruntukan apa ini surat kematian nanti bisa kita buktikan dan 1 bulan kita mengurus surat kematian ini,” ungkapnya

Kusnadi Kepala Desa Kuta Kecamatan Megamendung ketika dikonfirmasi kepada awak media mengatakan, Kedatangan masyarakat sebagai ahli waris minta pelayananan kepada kami dan dianggapnya tidak memberikan pelayanan sebagaimana mestinya.

Pada dasarnya kami akan memberikan pelayanan kepada siapapun masyarakat yang datang kesini dengan sebaik – baiknya dan mempertanyakan juga kepada masyarakat tersebut kepentingan dan keperluannya untuk apa, sementara kejadian kematian H.Sarip kan sudah lama yang tidak tau persis almarhum H.Sarip meninggalnya tanggal berapa,bulan apa dan tahun berapa,” jelasnya

Kusnadi menambahkan, almarhum meninggal jauh sebelum Saya menjabat jadi kepala desa, jadi Kami bukannya tidak melayani apalagi mempersulit memang kami menjabat kepala desa dua priode walaupun terhalang satu priode baru kali ini ada hal yang seperti ini dan ini memang baru kali ini terjadinya bukan berarti pemdes mempersulit, Kami juga harus mempelajari dulu statement – statementnya kepentingan dan keperluannya untuk apa, jangan sampai kami pihak desa memberikan pelayanan kepada masyarakat ternyata menjerumuskan masyarakat karena itu kami meminta persyarataan berupa pernyataan dari pihak ahli waris apalagi ini tidak dilampiri KTP dan Kartu Keluarga almarhum, jadi Kami minta pernyataan kepada ahli waris karna kami tidak tau persis kapan meninggalnya kami harus ada jaminan harus ada pernyataan dari pihak keluarga atau ahli waris benar almarhum H.Sarip meninggal tanggal sekian bulan sekian dan tahun sekian nah itu buat kami bisa mengeluarkan surat keterangan kematian, kalau sekarang kan kalau ada warga yang meninggal pasti ada ahli waris yang mengurus yang langsung mengurus surat keterangan kematian nah untuk hal ini, Kami tidak tau tahun berapa almarhum meninggalnya makanya Kami minta pernyataan dari keluarga kami akan melayani, menjamin masyarakat dan masyarakat juga harus menjamin Kami, masalahnya kan masyarakat hari ini datang dan hari ini juga harus jadi kan kami harus kroscek dulu mungkin informasi kami mempersulit padahal tidak, kan kami harus pelajari atau periksa dulu makanya kenapa kami minta surat pernyataan kepada ahli waris karena mereka datang minta surat kematian tidak membawa KTP dan KK almarhum tidak dilampiri, nah setelah ahli waris membuat pernyataan Kami langsung buat surat keterangan kematian tersebut dan langsung kami serahkan kepada ahli waris yang penting surat ini dibuat untuk keperluan keluarga ahli waris,” tutupnya

Reporter : Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Alumni IKAWA 3 Pusdik Brimob Segera Adakan Temu Kangen di Cisarua

Sel Jan 25 , 2022
Hits: 19 Lingkarbogor.com, Cisarua – Ikatan Keluarga Besar Alumni Watukosek Tiga (IKAWA 3) Pusdik Brimob Watukosek angkatan 84 – 85  sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dalam rangka merencanakan acara temu kangen antara sesama Anggota IKAWA 3. Pertemuan dalam rangka perencanaan acara temu kangen   sering di adakan diwilayah Kota Bandung. Hadir […]
%d blogger menyukai ini: